Beberapa hari terakhir, Februari 2016 iklan jilbab halal yang diusung oleh brand terkenal ZOYA menuai polemik publik netizen. Bagaimana tidak, isi dari iklan tersebut “agak” menabrak kepatutan yang ada di lingkungan muslim sendiri. Dan sosok guru marketing senior, Laksita Utama Suhud menyebutnya “iklan yang nakal”.

polemik jilbab halal zoya menurut laksita utama suhud, kerudung halal, trending topic sosmed, hijab halal mui

Beliau akhirnya ikut angkat bicara mengenai hal ini setelah banyak desakan dari sahabatnya untuk mengomentari topik yang sedang santer dibicarakan. Beliau tidak lalu ikut membahas pada ruang lingkup yang dibicarakan kebanyakan netizen. Terlepas dari cara ZOYA menabrak pakem etika dan dianggap tidak etis oleh banyak masyarakat, iklan yang memang terprogram (sengaja) atau tidak, Beliau menyebutknya sebagai iklan yang cerdik dan berani!

Jilbab Halal Iklan yang Nakal? Ini kata Laksita Utama Suhud

Saya akan mencoba membagi kepada Anda sudut pandang dari senior marketer Indonesia, Bapak Laksita Utama Suhud dengan bahasa yang saya pahami. Artikel ini merupakan penulisan ulang dari status beliau di Facebook, dan mengistilahkan BAD ADS IS THE BEST ADS kepada iklan Zoya. Bisa jadi pengiklan memang memposisikan produknya untuk dicemooh halayak ramai, tujuannya tidak lain untuk mendapat perhatian lebih. BOOM! Seketika menyebar ke seluruh penjuru dunia maya, dicibir banyak orang dan dibahas di forum-forum marketing dan bisnis.

Sisi lainnya, orang akan penasaran dengan ledakan polemik seperti ini dan akhirnya mencari. Seperti apa sih isi iklan jilbab halal yang memenuhi timeline sosmed mereka, seperti apa sih produk Zoya yang diklaim bersertifikat halal, dan alasan-alasan lainnya. Ini dia iklan yang beterbangan di jejaring sosial, sengaja saya tampilkan sekalian supaya tidak timbul fitnah. Tapi kalau produknya, Anda bisa cari tahu sendiri setelah membaca habis artikel ini ya..

iklan zoya klaim sebagai jilbab halal, iklan heboh zoya 2016, teknik marketing kerudung halal,

Masih dari penuturan Pak Laksita Utama Suhud, masa sih dari sekian banyak orang yang membicarakan dan ikut menyebarkannya dengan massive sekali tidak ada keuntungan bagi Zoya? Seandainya, sejumlah 2 juta orang yang terlibat langsung pada penyebaran (dan polemik) memprovokasi 20 juta orang “penonton” dan akhirnya mereka mencari tahu. Dari orang segitu banyak, masa sih 5% diantaranya (1 juta orang) tidak beli jilbab Zoya.. Dan andaikan 1 juta orang itu masing-masing membeli produk Rp. 200.000 saja, sudah terhitung 200 milyar yang masuk kantong Zoya!

Lebihnya lagi, apabila mereka “akhirnya” puas dengan produk dan layanannya, masa iya tidak melakukan repeat order 1-10 produk lainnya lagi, atau merekomendasikannya kepada teman-temannya untuk ikutan beli. Beliau juga kemudian mengingatkan bahwa skenario ini adalah contoh dari bahasan 5 siklus marketing yang ada di buku 10 Greatest Advertising Secrets, karangannya. Boom! bukan tidak mungkin Zoya mendulang omset 2 triliun seketika.

Strategy Mendzolimi Dirinya Sendiri yang Terprogram..

Cara ini ” Playing Victim” tidak hanya terjadi pada kasus jilbab halal Zoya, sebelumnya pun sudah banyak kita ketahui brand maupun selebritis yang “menggunakan” teknik cerdik ini, memprovokasi audiens untuk memberi perhatian yang lebih. Maaf, saya coba mencontohkan artis Syahrini, dengan “kecerdasannya” membuat trend menjadikannya diingat dan dibicarakan banyak orang. Dicemooh dan boom! Jangan tanya tarif shownya sekarang.. Publik figur lainnya juga demikian, Anda bisa cari sendiri yah.. ^^

Kembali lagi ke penuturan Pak Laksita Utama Suhud, Semakin dihujat dan dicaci maki.. maka semakin happy pelakunya.. karena dengan demikian publik semakin penasaran dan mencari tahu. Apa sih yang mereka tawarkan sampai berani bikin iklan yang “gila”!

teknik jilbab zoya yang nakal, jilbab halal ala zoya, diagram alir playing victim marketing

Nah, kira-kira seperti itu pitutur dari Pak Laksita dari sisi teknik marketing. Dan kalau Anda ingin tahu isi pendapat Pak Laksita yang asli bisa buka link ini. Oke deh, mantab kan trik marketingnya? Sekarang coba Anda pikirkan cara-cara serupa jilbab halal Zoya ini untuk meroketkan omset usaha Anda, berani?

Polemik Jilbab Halal Zoya dari Kacamata Laksita Utama Suhud
Silahkan bagikan ini agar lebih bermanfaat: